PENDEKATAN
PENDEKATAN DALAM PSIKIATRI
A. Pendekatan
biologis
Menurut model ini, prilaku abnormal timbul karena aneka kondisiorganis tak sehat
yang merusak fungsi sistem syaraf pusat di otak. Gangguan prilaku di
pandang sebagai suatu penyakit yang langsung menyerang otak atau keadaan tidak
ideal pada tubuh yang akhirnya juga berakibat mengganggu atau melumpuhkan kerja
otak.Contohnya adalah infeksi sipilis tahap lanjut yang menyerang otak atau keracunan
obat dan malnutrisi atau kekurangan gizi yang dapat mempengaruhi secara negatif
kerja otak. Untuk mengatasinya, sumber gangguan yang bersifat biologis atau fisik itu perlu diatasi atau
dihilangkan dengan obat-obatan.Pendekatan ini juga disebut dengan
pendekatan medis.
Menurut marlina (bahan ajar mata
kuliah psikiatri 5: 2007) pendekatan dalam psikiatri yang memandang ganggguan
mental sebagai penyakit saraf pusat yang di sebabkan oleh patologi otak. Akar
dari pandangan biologis di tandai oleh tiga hal yaitu:
1.
Patologi otak sebagai factor penyebab
2.
Penyebab biokimiawi atas abnormalitas
3.
Factor factor genetic dalam abnormalitas
B. Pendekatan Psikoanalistik
Model ini
diturunkan dari teori psikoanalisis yang dikemukakan oleh Sigmund Freud. Menurut
Freund, aneka situasi menekan yang mengancamakan menimbulkan kecemasan dalam diri seseorang. Kecemasan
ini berfungsi sebagai peringatan bahaya sekaligus merupakan kondisi tak
menyenangkan yang perlu di atasi. Menyenangkan yang perlu diatasi. Jika individu
mampu mengatasi sumber tekanan, kecemasan akan hilang. Sebaliknya
jika gagal dan kecemasan terus mengancam,
mungkindengan intensitas yang
meningkat pula maka individu akan menggunakan salah satu atau beberapa
bentuk merkanisme pertahanan diri.langkah ini secara suprfisial dapat
membebaskan individu dari kecemasannya, namun akibatnya dapat timbulkesenjangan
antara pengalaman individu dan realitas.
Model
psikionalitik dalam mengkaji gangguan pasien senantiasa menilik-jauh ke masa
masa pekembangan pasien. Kajian itu ingin melihat kalau kalu pasien pernah
trauma atau frustasi yang di alami dalam menjalani kehidupan, yaitu masa oral,
masa anal, masa phallis, masa laten,hingga masa genital. Lebih jauh lagi,
mengkaji secara hipnotisbekas tauma di alam ketidak sadaran si pasien.
Untuk
menolongnya, sumber gangguan berupa frustasiberat yang di tekan kedalam ketidak
sadaran itu harus di bongkar, di angkat ke permukaan untuk selanjutnya di
terima atau di akui dan di atasi, lewat teknik psikoanalitik.
C.
Pendekatan Behavioristik
Pada pendekatan ini, penyakit gangguan prilaku adalah proses
belajar yang salah. Bentuk kesalahan belajar itu ada dua kemungkinan
yaitu:
pertama, Gagal
mempelajari bentuk prilaku atau kekacauan adaptif yang diperlukan dalam hidup. Kegagalan ini
dapat bersumber tidak adanya kesempatan untuk belajar. Misalnya, seorang
anak laki laki di besarkan ibunya, sudah dewasa dia bersifat feminism, karena
tidak pernah menemukan model untuk mempelajari sifat sifat dan peran lelaki.
Kedua, Mempelajari tingkah laku yang mal adaptif. Misalnya,
seorang anak yang telah dewasa cendrung agresif dan asocial karena di besarkan
di tengah keluarga yang retak dengan ayah pemabuk, senang memukuli istri dan
anak anaknya.
Menurut model behavioristik, tingkah
laku mal adaptif yang terlajur terbentuk dapat di hilangkan dengan cara yang
bersangkutan ditolong belajar menghilamgkannya sekaligus mempelajari tingkah
laku baru yang lebih menjamin kebahagiaan bagi dirinya sendiri maupun dalam
hubungannya dengan orang lain.
D.
Pendekatan
kognitif
Pendekatan ini merupakan kelanjutan
dari pendekatan behaviorisme, dimana pendekatan kognitif berpendapat bahwa
kognisi adalah pikiran dan keyakinan yang membentuk perilaku kita maupun emosi
yang kita alami.
E.
Pendekatan
Humanistik
Menurut pendekatan humanistik, penyebab
gangguan prilaku adalah terhambat atau terdistorikannya perkembangan pribadi
dan kecendrunganwajar
arah kesehatan fisik dan mental. Hambatan ini bersumber dari faktor:
a.
Penggunaan
mekanisme pertahanan diri yang berlebihan sehingga individu semakin kehilangan
kontak dengan realitas.
b.
Kondisi
sosial yang tidak menguntungkan serta proses belajar yang tidak semestinya.
c.
Stress
yang berlebihan.
Menurut pendekatan ini, tujuan psikotrapi adalah menolong
individu meninggalkan benteng-benteng atau topeng topeng pertahanan diri dan
belajar mengakui dan menerima pengalamanpengalaman sejati mereka, belajar
mengembangkan bentuk kompetensi
yang diperlukan dan menemukan nilai-nilai hidup.
F. Pendekatan Eksistensial
Menurut para eksistensial, manusia
modern terjebak dalam situasi hidup
tidak menyenangkan yang merupakan buah pahit dari modernisasi yang berupa:
a. melemahnya
nilai-nilai tradisional,
b.
krisis iman,
c.
hilangnya pengakuan atas diri individu sebagai pribadi akibat berubahnya
masyarakat agraris/ tradisional ke arah masyarakat biokratik yang melayani
bersifat missal
d.
menghilangnya
banyak hal yang dapat menjadi sumber makna hidup, seperti, persahabatan, kesetiakawanan,
gotong royong, dan sebagainya.
Dengan kata lain, orang modern
mengalami alienasi atau keterasingan. Ia tidak lagi mengenal tuhan, tidak lagi
mengenal sesamanya, bahkan tidak belaka. Situasi
ini membuat orang merasa kosong hidupnya, merasa serba cemas, dan
akhirnya terperosok kedalam psikopatologi. Maka, menurut modelek sistensial, tujuan psikoterapi adalah menolong
orang menjernihkan nilai hidupnya dan membuat hidup lebih bermakna.
Sebagai makhluk yang di yakini mampu membuat keputusan pilihan secara rasional
dan bertanggung jawab, individu ditolong mmengembangkan gaya hidup yang lebih
menjamin terciptanya hubungan yang konstruktif dengan sesamanya serta tercapai
pemenuhan diri.
G.
Pendekatan Interpersonal
Menurut model ini, hubungan antar
pribadi yang tidak memuaskan
salah satu pihak merasa bahwa keuntungan yang di terimanya tidak sepadan dengan
pengorbanan yang telah di berikannya, maka ia akan merasa rugi dan menderita.
Kalau ia memiliki cukup kebebasan, mungkin ia akan memutuskan hubungan
tersebut. Sebaliknya, kalau ia tidak dapat keluar dari situasi hubungan tidak
adil yang menibulkan penderitaan itu, setelah melewati batas kemampuan
tertentu, mungkin ia akan ambruk terjerembab kedalam psikopatologis.
Menurut
model ini, tujuan psikoterapi adalah menolong orang keluar dari
hubungan yang bersifat patogenik atau menimbulkan masalah, dan mengembangkan
hubungan hubungan baru yang yang lebih manusiawi dan memuaskan.
H.
Pendekatan
Sosiokultur
Sumber penyebab utama prilaku abnormal adalah keadaan
obyektif dimasyarakat yang bersifat
merugikan, seperti kemiskinan, diskriminasi, dan prasangka ras,
ataupun kekejaman dan kekerasan. Maka bentuk stressoratau situasi menekan di
berbagai tempat dapat berbeda beda bergantung kontekssosiokultural dimana
individu hidup.
Misalnya, dii daerah pedesaan yang masyarakatnya bersifat
homogen, sumber utama penyebab gangguan perilaku
kemungkinana besar adalah kemiskinan. Sebaliknya, di kota kota besar dengan dengan
masyarakat yang heterogen, penyebab penting timbulnya gangguan perilaku
dikalangan kelompok minoritas mungkin berupa diskriminasi. Selain itu, pola
gangguan perilaku di suatu masyarakat
dapat berubah ubah sejalan dengan perubahan peradapan. Sebagai contoh,
pada masa ketika sigmun freud hidup, gangguan perilaku yang banyak di temukan
pada kaum wanita adalah sejenis neorosis yang disebut hysteria. Pada zaman
modern sekarang, gangguan yang cukup
‘populer ‘ dimana mana, khususnya di kota kota besar adalah stress.
KESIMPULAN
A.
Pendekatan
biologis
Pendekatan yang memandang terjadinya
gangguan pada pusat sitem syaraf pusat (patologi otak).
B.
Pendekatan
psikoanalitis
Pendekatan yang memandang terjadinya
abnormalitas pada psikologis seseorang.
C. Pendekatan behavioristik
Pendekatan ini memandang terjadinya ke
abnormalan pada tingkah laku seseorang dan prilaku seseorang yang di sebabkan
dengan pengajarannya pada waktu masih kecil.
D. Pendekatan kognitif
Pendektan memandang terjadinya mal
adaptif bersebab karena kognitif seseorang.
E. Pendekatan humanistic
Pendekatan ini
memandang penyebab gangguan prilaku adalah terhambat atau terdistorikannya
perkembangan pribadi dan kecendrunganwajar arah kesehatan fisik dan mental.
F. Pendekatan eksistensial
Pendekatan ini menekankan pada
realitas primer kesadaran atau pengalaman dan keputusan keputusan individual
yang dilakukan secara sadar.
G. Pendekatan interpersonal
Pendekatan ini menekankan pada peran
relasi antar pribadi dan membentuk perkembangan dan prilaku individual.
H. Pendekatan sosiokultural
Pendekatan ini menekankan pada
perubahan social dan ketidak pastian yang terjadi di lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA
marlina.2007.bahan ajar mata kuliah
psikiatri.unp: padang
MFI baihaqi dkk.2007.psikiatri.
PT.refika aditama: bandung