Jumat, 05 April 2013

MAKALAH PSIKIATRI


PENDEKATAN PENDEKATAN DALAM PSIKIATRI

A.   Pendekatan biologis

Menurut model ini, prilaku abnormal timbul karena aneka kondisiorganis tak sehat yang merusak fungsi sistem syaraf pusat di otak. Gangguan prilaku di pandang sebagai suatu penyakit yang langsung menyerang otak atau keadaan tidak ideal pada tubuh yang akhirnya juga berakibat mengganggu atau melumpuhkan kerja otak.Contohnya adalah infeksi sipilis tahap lanjut yang menyerang otak atau keracunan obat dan malnutrisi atau kekurangan gizi yang dapat mempengaruhi secara negatif kerja otak. Untuk mengatasinya, sumber gangguan yang bersifat biologis atau fisik itu perlu diatasi atau dihilangkan dengan obat-obatan.Pendekatan ini juga disebut dengan pendekatan medis.
Menurut marlina (bahan ajar mata kuliah psikiatri 5: 2007) pendekatan dalam psikiatri yang memandang ganggguan mental sebagai penyakit saraf pusat yang di sebabkan oleh patologi otak. Akar dari pandangan biologis di tandai oleh tiga hal yaitu:
1.      Patologi otak sebagai factor penyebab
2.      Penyebab biokimiawi atas abnormalitas
3.      Factor factor genetic dalam abnormalitas

B.     Pendekatan Psikoanalistik 

Model ini diturunkan dari teori psikoanalisis yang dikemukakan oleh Sigmund Freud. Menurut Freund, aneka situasi menekan yang mengancamakan menimbulkan kecemasan dalam diri seseorang. Kecemasan ini berfungsi sebagai peringatan bahaya sekaligus merupakan kondisi tak menyenangkan yang perlu di atasi.  Menyenangkan yang perlu diatasi. Jika individu mampu mengatasi sumber tekanan, kecemasan akan hilang. Sebaliknya jika gagal dan kecemasan terus mengancam, mungkindengan intensitas yang meningkat pula maka individu akan menggunakan salah satu atau beberapa bentuk merkanisme pertahanan diri.langkah ini secara suprfisial dapat membebaskan individu dari kecemasannya, namun akibatnya dapat timbulkesenjangan antara pengalaman individu dan realitas.
Model psikionalitik dalam mengkaji gangguan pasien senantiasa menilik-jauh ke masa masa pekembangan pasien. Kajian itu ingin melihat kalau kalu pasien pernah trauma atau frustasi yang di alami dalam menjalani kehidupan, yaitu masa oral, masa anal, masa phallis, masa laten,hingga masa genital. Lebih jauh lagi, mengkaji secara hipnotisbekas tauma di alam ketidak sadaran si pasien.
Untuk menolongnya, sumber gangguan berupa frustasiberat yang di tekan kedalam ketidak sadaran itu harus di bongkar, di angkat ke permukaan untuk selanjutnya di terima atau di akui dan di atasi, lewat teknik psikoanalitik.

C.     Pendekatan Behavioristik 

Pada pendekatan ini, penyakit gangguan prilaku adalah proses belajar yang salah. Bentuk kesalahan belajar itu ada dua kemungkinan yaitu:
pertama, Gagal mempelajari bentuk prilaku atau kekacauan adaptif  yang diperlukan dalam hidup. Kegagalan ini dapat bersumber tidak adanya kesempatan untuk belajar. Misalnya, seorang anak laki laki di besarkan ibunya, sudah dewasa dia bersifat feminism, karena tidak pernah menemukan model untuk mempelajari sifat sifat dan peran lelaki.  
Kedua, Mempelajari tingkah laku yang mal adaptif. Misalnya, seorang anak yang telah dewasa cendrung agresif dan asocial karena di besarkan di tengah keluarga yang retak dengan ayah pemabuk, senang memukuli istri dan anak anaknya.
            Menurut model behavioristik, tingkah laku mal adaptif yang terlajur terbentuk dapat di hilangkan dengan cara yang bersangkutan ditolong belajar menghilamgkannya sekaligus mempelajari tingkah laku baru yang lebih menjamin kebahagiaan bagi dirinya sendiri maupun dalam hubungannya dengan orang lain.

D.    Pendekatan kognitif
Pendekatan ini merupakan kelanjutan dari pendekatan behaviorisme, dimana pendekatan kognitif berpendapat bahwa kognisi adalah pikiran dan keyakinan yang membentuk perilaku kita maupun emosi yang kita alami.


E.     Pendekatan Humanistik 

Menurut pendekatan humanistik, penyebab gangguan prilaku adalah terhambat atau terdistorikannya perkembangan pribadi dan kecendrunganwajar arah kesehatan fisik dan mental. Hambatan ini bersumber dari faktor:
a.                 Penggunaan mekanisme pertahanan diri yang berlebihan sehingga individu semakin kehilangan kontak dengan realitas.
b.                 Kondisi sosial yang tidak menguntungkan serta proses belajar yang tidak semestinya.
c.                 Stress yang berlebihan.
     
Menurut pendekatan ini, tujuan psikotrapi adalah menolong individu meninggalkan benteng-benteng atau topeng topeng pertahanan diri dan belajar mengakui dan menerima pengalamanpengalaman sejati mereka, belajar mengembangkan bentuk kompetensi yang diperlukan dan menemukan nilai-nilai hidup.

F.      Pendekatan Eksistensial

Menurut para eksistensial, manusia modern terjebak dalam situasi hidup tidak menyenangkan yang merupakan buah pahit dari modernisasi yang berupa:
a.    melemahnya nilai-nilai tradisional,
b.      krisis iman,
c.       hilangnya pengakuan atas diri individu sebagai pribadi akibat berubahnya masyarakat agraris/ tradisional ke arah masyarakat biokratik yang melayani bersifat missal
d.      menghilangnya banyak hal yang dapat menjadi sumber makna hidup, seperti, persahabatan, kesetiakawanan, gotong royong, dan sebagainya.

Dengan kata lain, orang modern mengalami alienasi atau keterasingan. Ia tidak lagi mengenal tuhan, tidak lagi mengenal sesamanya, bahkan tidak belaka. Situasi ini membuat orang merasa kosong hidupnya, merasa serba cemas, dan akhirnya terperosok kedalam psikopatologi. Maka, menurut modelek sistensial, tujuan psikoterapi adalah menolong orang menjernihkan nilai hidupnya dan membuat hidup lebih bermakna. Sebagai makhluk yang di yakini mampu membuat keputusan pilihan secara rasional dan bertanggung jawab, individu ditolong mmengembangkan gaya hidup yang lebih menjamin terciptanya hubungan yang konstruktif dengan sesamanya serta tercapai pemenuhan diri.  

G.    Pendekatan Interpersonal

Menurut model ini, hubungan antar pribadi yang tidak memuaskan salah satu pihak merasa bahwa keuntungan yang di terimanya tidak sepadan dengan pengorbanan yang telah di berikannya, maka ia akan merasa rugi dan menderita. Kalau ia memiliki cukup kebebasan, mungkin ia akan memutuskan hubungan tersebut. Sebaliknya, kalau ia tidak dapat keluar dari situasi hubungan tidak adil yang menibulkan penderitaan itu, setelah melewati batas kemampuan tertentu, mungkin ia akan ambruk terjerembab kedalam psikopatologis.
  Menurut model ini, tujuan psikoterapi adalah menolong orang keluar dari hubungan yang bersifat patogenik atau menimbulkan masalah, dan mengembangkan hubungan hubungan baru yang yang lebih manusiawi dan memuaskan.

H.    Pendekatan Sosiokultur
Sumber penyebab utama prilaku abnormal adalah keadaan obyektif dimasyarakat yang bersifat merugikan, seperti kemiskinan, diskriminasi, dan prasangka ras, ataupun kekejaman dan kekerasan. Maka bentuk stressoratau situasi menekan di berbagai tempat dapat berbeda beda bergantung kontekssosiokultural dimana individu hidup.
Misalnya, dii daerah pedesaan yang masyarakatnya bersifat homogen, sumber utama penyebab gangguan  perilaku kemungkinana besar adalah kemiskinan. Sebaliknya, di kota kota besar dengan dengan masyarakat yang heterogen, penyebab penting timbulnya gangguan perilaku dikalangan kelompok minoritas mungkin berupa diskriminasi. Selain itu, pola gangguan perilaku di suatu masyarakat  dapat berubah ubah sejalan dengan perubahan peradapan. Sebagai contoh, pada masa ketika sigmun freud hidup, gangguan perilaku yang banyak di temukan pada kaum wanita adalah sejenis neorosis yang disebut hysteria. Pada zaman modern sekarang, gangguan yang cukup  ‘populer ‘ dimana mana, khususnya di kota kota besar adalah stress.
KESIMPULAN
A.    Pendekatan biologis
Pendekatan yang memandang terjadinya gangguan pada pusat sitem syaraf pusat (patologi otak).
B.     Pendekatan psikoanalitis
Pendekatan yang memandang terjadinya abnormalitas pada psikologis seseorang.
C.   Pendekatan behavioristik
Pendekatan ini memandang terjadinya ke abnormalan pada tingkah laku seseorang dan prilaku seseorang yang di sebabkan dengan pengajarannya pada waktu masih kecil.
D.   Pendekatan kognitif
Pendektan memandang terjadinya mal adaptif bersebab karena kognitif seseorang.
E.     Pendekatan humanistic
Pendekatan ini memandang penyebab gangguan prilaku adalah terhambat atau terdistorikannya perkembangan pribadi dan kecendrunganwajar arah kesehatan fisik dan mental.
F.      Pendekatan eksistensial
Pendekatan ini menekankan pada realitas primer kesadaran atau pengalaman dan keputusan keputusan individual yang dilakukan secara sadar.
G.    Pendekatan interpersonal
Pendekatan ini menekankan pada peran relasi antar pribadi dan membentuk perkembangan dan prilaku individual.
H.    Pendekatan sosiokultural
Pendekatan ini menekankan pada perubahan social dan ketidak pastian yang terjadi di lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA
marlina.2007.bahan ajar mata kuliah psikiatri.unp: padang
MFI baihaqi dkk.2007.psikiatri. PT.refika aditama: bandung