Senin, 06 April 2020

akhir yang indah

siang itu ketika mentari tepat di puncak kepala, panas yang sangat terik di akhir  desember 2018 aku d tinggalkan dan di khianati, dan itu juga akhir dari perjuangan ku. aku memilih sendiri dan menyemangati hidup kembali berharap tuhan memberikan seseorang  yang terbaik dan tepat kepada ku.

4 bulan sudah waktu berlalu, kala itu semua sibuk sibuknya menghadapi pemilu presiden, aku salah satu anggota kpps di desaku, aku selalu mencari kesibukan agar aku bisa memperbaiki diri dan jadi orang yang bemanfaat.
tetapi hati tak bisa di pungkiri, hati ini masih mendambakan sosok yang menghangatkan jiwa ini dnegan cintanya, aku meminta kepada tuhan dengan sangat agar segera di pertemukan dnegan jodohku

hari kartini, tanggl 21 april 2019 aku bertemu seseorang yang dengan beraninya menanya namaku, alamatku, dan no hp ku, awalnya aku ragu dia siapaya yang berani minta identitas ku apakah dia seorang penipu?, oh ternyata bukan dia salah seorang anak dr teman mak dang ku, mak dang ku tau keluarganya. dengan percaya dri aku mebikan identitas ku kepadanya kami bertukar identitas/ biodata. subhanalah, masyaallah sungguh benar kuasa tuhan ku, 2 minggu berkenalan, dia melamar ku dan menytakan serius kepda ku, buan dia yang menytakan lansung tapi dy titip pesan itu kepda ibunya yang saat itu aku bertemu lansung di kantor ibunya
ramdhan penuh berkah di kala itu

bukan okt 2019 kami menikah, menjalankan semua kehidupan baru dengan perasaan bahagia, YA ALLAH memang dia pangeran yang ku cari selama ini, dy yang penuh kehangatan, cinta yang tulus dan penuh kasih sayang, memang ini keluarga yang ku dambakan, mertua yang seperti ibu kandung

harapan semua pasangan adalah di karunia buah hati. 6 bulan menikah kami belum di karuniai seorang buah hati, segala usaha telah di lakukan tetapi allah belum menakdirkannya, belum memberi kami rezki anak. suatu hari aku udah telat 2 minggu hati ini berharap sang buah hati ada di dalam rahimku, tetapi setiap aku tespeck hasilnya selalu negatif. terenyuh sudah hati ini rasa kecewa, sedih, gundah bercampur jadi satu. pikiran ku pun sudah tak karuan. aku takut tak memliki sang buah hati
dan sekarang aku telat datang bulan lagi, di bulan ini aku masih berharap tespeck itu bergaris 2,
aku tak mau membuat orang yang ku sayang kecewa dan sedih dari apa yang telah dy korbankan untuk ku :(